Rabu, 19 Desember 2012

Kamu pernah tersakiti bukan berarti kamu boleh menyakiti orang lain untuk merasakan hal yang sama. Biar Tuhan yang Membalasnya. Kita terlunas dari karma buruk kita.

Minggu, 16 Desember 2012

Catatan Dhan Pribadiku.

kini usiaku sudahpun menghujung..hampir mencecah kepala tiga.
puas sudah aku menyusuri liku hidup masa mudaku,penuh kelam dan suram..
kini tiba masanya aku terfikir untuk berumah tangga,namun aku tak mau egois mikirkan kepentingan diriku sendiri saja,sebab keadaan keluargaku masih serba kekurangan,,
aku prihatin dengan mereka,jika saja aku berumah tangga..maka aku tak lg begitu fokus untuk membantunya..
kedua orang tuaku sudah pun renta,tinggal disebuah gubuk yg sederhana..
abangku lumpuh dan aku juga masih memiliki seorang adik bungsu yg kini berusia 10 tahun..
yang lumpuh perlu diasuh dan yg kecil perlu untuk sekolah..aku harus membenahi mereka takkan kubiarkan mereka menderita,,
kini aku berada di Malaysia bekerja untuk keluarga..apa pun yang aku perbuat semoga mendapat berkat dari Allah swt..
ya aku ketepikan sajalah dulu masalah diriku untuk berumah tangga..sebab jodoh tak akan kemana..

namun seumur hidupku yang kini mencecah 30 tahun..baru kali ini aku mengenal cinta,
hatiku mulai terpanggil untuk mengenal wanita..
kini aku telah memiliki seorang wanita idaman,ia begitu pengertian dan dewasa..
aku sangat menyukainya..tapi aku bimbang akankah ia sabar menantiku untuk menyelesaikan semua misiku ini?
ya aku harap semuanya baik-baik saja,,,

Jumat, 14 Desember 2012

cinta ternyata seperti sarden kalengan ada expired datenya.. sebaiknya dimakan selagi masanya klo sudah lewat waktunya dipaksakan, bisa2 keracunan.. sebaiknya cari lagi sarden lainnya.. bila ada yang bertahan lama, awet itu mungkin kasih sayang,atau cintanya Tuhan, pastinya cinta juga seperti pepohonan bisa tumbuh dimana saja, selama msh menjejak ke tanah.. bisa tumbuh seadanya, ada yg perlu perawatan khusus, ada yg mudah mati,ada yang kuat ratusan tahun, semua pohon menghadap matahari..hampir semuanya berbunga indah, bercabang, mengakar, melindungi, tahan cuaca, bisa jadi tempat untuk hidup mahluk lainnya.. semua daun pasti layu, tp tumbuh berganti..di pohon yang sama. semoga cinta kita seperti pohon, walau kadang seperti sarden kalengan..

Selasa, 27 Maret 2012

insanyanginsaf

setelah keluar dari dunia gelap dan kelam yg dulu pernah aku naungi,kini aku lebih merasa hidup didalam hidup ini.
Dulunya aku ini adalah seorang pemuda yg blh dikatakan brandal.tetapi bukan berarti aku seorang pemuda yg jahat kepada orang.
Aku hanya merugikan diriku sendiri terlalu mngikuti zaman.yang mana pada masa itu aku sangat suka menenggak minuman keras dan tak ketinggalan juga dengan lintingan daun ganja.aku merasa enjoy dan merasa sangat puas dengan kehidupan itu.aku tak mengenal penderitaan,aku tak mengenal kesedihan,aku tak mengenal perasaan dan aku hanya mengenal kesenangan.
Tetapi...setelah bertahun-tahun lamanya aku seperti itu,akhirnya dapat juga aku hentikan.
Dengan kematianlah yang dapat menasehati diriku..
29 april 2011 kemarin adik kandungku Irwan berusia 20 tahun telah menghembuskan nafas terakhirnya..
Ia mngidap penyalit infeksi usus..sehingga aku turut merawatnya dirumah sakit.dan beliau sempat menikah sebulan sebelum ia sakit.
Aku menyaksikan saat kepergiannya dipagi yang amat sepi dan dingin.
Perlahan kulihat nafasnya terhenti ditenggorokannya.
Dikamar rumah sakit yang didiami adik ku itu terdengar sayup suara tangisan ibu dan adik iparku..
Aku sangat merasa sakit pada saat itu.tetapi aku tidak menangis.dan aku hanya mngemas barang kperluan yg biasa kami gunakan dirumah sakit itu.untuk persiapan membawa jenazahnya pulang kerumah.
Singkat kata pukul 8.00 kami tiba dirumah dengan dikendari mobil ambulan..puluhan jiran tetangga sudah berkerumun menantikan tiba kami membawa jenazah adikku.disitulah tersentakknya aku merasa kehilangan seorang adik.aku menangis tak terkirakan,badanku terasa lemah.
Kmudin pada waktu memandikan jenazajnya aku turut ikut memangkunya.kulihat wajahnya pucat tak bergerak.dan aku terus menangis sambil terpikir dengan hidupku.
Bagaimana jika aku yang berada diposisi adikku ini.adakah aku sempat bertobat..? Aku bertanya sendiri pada diriku dan hingga aku menangis tiada henti..
Dan yang paling membuatku lbh hancurnya lagi melihat ia dikafani hanya dibungkus dengan kain putih.tak ada apa pun ia bawa.sahabat yg senantiasa menemani pun tak mampu menemani.
Hmm..aku tak sanggup menuliskan kisah ini lagi..

blogger

setelah keluar dari dunia gelap dan kelam yg dulu pernah aku naungi,kini aku lebih merasa hidup didalam hidup ini.
Dulunya aku ini adalah seorang pemuda yg blh dikatakan brandal.tetapi bukan berarti aku seorang pemuda yg jahat kepada orang.
Aku hanya merugikan diriku sendiri terlalu mngikuti zaman.yang mana pada masa itu aku sangat suka menenggak minuman keras dan tak ketinggalan juga dengan lintingan daun ganja.aku merasa enjoy dan merasa sangat puas dengan kehidupan itu.aku tak mengenal penderitaan,aku tak mengenal kesedihan,aku tak mengenal perasaan dan aku hanya mengenal kesenangan.
Tetapi...setelah bertahun-tahun lamanya aku seperti itu,akhirnya dapat juga aku hentikan.
Dengan kematianlah yang dapat menasehati diriku..
29 april 2011 kemarin adik kandungku Irwan berusia 20 tahun telah menghembuskan nafas terakhirnya..
Ia mngidap penyalit infeksi usus..sehingga aku turut merawatnya dirumah sakit.dan beliau sempat menikah sebulan sebelum ia sakit.
Aku menyaksikan saat kepergiannya dipagi yang amat sepi dan dingin.
Perlahan kulihat nafasnya terhenti ditenggorokannya.
Dikamar rumah sakit yang didiami adik ku itu terdengar sayup suara tangisan ibu dan adik iparku..
Aku sangat merasa sakit pada saat itu.tetapi aku tidak menangis.dan aku hanya mngemas barang kperluan yg biasa kami gunakan dirumah sakit itu.untuk persiapan membawa jenazahnya pulang kerumah.
Singkat kata pukul 8.00 kami tiba dirumah dengan dikendari mobil ambulan..puluhan jiran tetangga sudah berkerumun menantikan tiba kami membawa jenazah adikku.disitulah tersentakknya aku merasa kehilangan seorang adik.aku menangis tak terkirakan,badanku terasa lemah.
Kmudin pada waktu memandikan jenazajnya aku turut ikut memangkunya.kulihat wajahnya pucat tak bergerak.dan aku terus menangis sambil terpikir dengan hidupku.
Bagaimana jika aku yang berada diposisi adikku ini.adakah aku sempat bertobat..? Aku bertanya sendiri pada diriku dan hingga aku menangis tiada henti..
Dan yang paling membuatku lbh hancurnya lagi melihat ia dikafani hanya dibungkus dengan kain putih.tak ada apa pun ia bawa.sahabat yg senantiasa menemani pun tak mampu menemani.
Hmm..aku tak sanggup menuliskan kisah ini lagi..
setelah keluar dari dunia gelap dan kelam yg dulu pernah aku naungi,kini aku lebih merasa hidup didalam hidup ini.
Dulunya aku ini adalah seorang pemuda yg blh dikatakan brandal.tetapi bukan berarti aku seorang pemuda yg jahat kepada orang.
Aku hanya merugikan diriku sendiri terlalu mngikuti zaman.yang mana pada masa itu aku sangat suka menenggak minuman keras dan tak ketinggalan juga dengan lintingan daun ganja.aku merasa enjoy dan merasa sangat puas dengan kehidupan itu.aku tak mengenal penderitaan,aku tak mengenal kesedihan,aku tak mengenal perasaan dan aku hanya mengenal kesenangan.
Tetapi...setelah bertahun-tahun lamanya aku seperti itu,akhirnya dapat juga aku hentikan.
Dengan kematianlah yang dapat menasehati diriku..
29 april 2011 kemarin adik kandungku Irwan berusia 20 tahun telah menghembuskan nafas terakhirnya..
Ia mngidap penyalit infeksi usus..sehingga aku turut merawatnya dirumah sakit.dan beliau sempat menikah sebulan sebelum ia sakit.
Aku menyaksikan saat kepergiannya dipagi yang amat sepi dan dingin.
Perlahan kulihat nafasnya terhenti ditenggorokannya.
Dikamar rumah sakit yang didiami adik ku itu terdengar sayup suara tangisan ibu dan adik iparku..
Aku sangat merasa sakit pada saat itu.tetapi aku tidak menangis.dan aku hanya mngemas barang kperluan yg biasa kami gunakan dirumah sakit itu.untuk persiapan membawa jenazahnya pulang kerumah.
Singkat kata pukul 8.00 kami tiba dirumah dengan dikendari mobil ambulan..puluhan jiran tetangga sudah berkerumun menantikan tiba kami membawa jenazah adikku.disitulah tersentakknya aku merasa kehilangan seorang adik.aku menangis tak terkirakan,badanku terasa lemah.
Kmudin pada waktu memandikan jenazajnya aku turut ikut memangkunya.kulihat wajahnya pucat tak bergerak.dan aku terus menangis sambil terpikir dengan hidupku.
Bagaimana jika aku yang berada diposisi adikku ini.adakah aku sempat bertobat..? Aku bertanya sendiri pada diriku dan hingga aku menangis tiada henti..
Dan yang paling membuatku lbh hancurnya lagi melihat ia dikafani hanya dibungkus dengan kain putih.tak ada apa pun ia bawa.sahabat yg senantiasa menemani pun tak mampu menemani.
Hmm..aku tak sanggup menuliskan kisah ini lagi..