Selasa, 27 Maret 2012

blogger

setelah keluar dari dunia gelap dan kelam yg dulu pernah aku naungi,kini aku lebih merasa hidup didalam hidup ini.
Dulunya aku ini adalah seorang pemuda yg blh dikatakan brandal.tetapi bukan berarti aku seorang pemuda yg jahat kepada orang.
Aku hanya merugikan diriku sendiri terlalu mngikuti zaman.yang mana pada masa itu aku sangat suka menenggak minuman keras dan tak ketinggalan juga dengan lintingan daun ganja.aku merasa enjoy dan merasa sangat puas dengan kehidupan itu.aku tak mengenal penderitaan,aku tak mengenal kesedihan,aku tak mengenal perasaan dan aku hanya mengenal kesenangan.
Tetapi...setelah bertahun-tahun lamanya aku seperti itu,akhirnya dapat juga aku hentikan.
Dengan kematianlah yang dapat menasehati diriku..
29 april 2011 kemarin adik kandungku Irwan berusia 20 tahun telah menghembuskan nafas terakhirnya..
Ia mngidap penyalit infeksi usus..sehingga aku turut merawatnya dirumah sakit.dan beliau sempat menikah sebulan sebelum ia sakit.
Aku menyaksikan saat kepergiannya dipagi yang amat sepi dan dingin.
Perlahan kulihat nafasnya terhenti ditenggorokannya.
Dikamar rumah sakit yang didiami adik ku itu terdengar sayup suara tangisan ibu dan adik iparku..
Aku sangat merasa sakit pada saat itu.tetapi aku tidak menangis.dan aku hanya mngemas barang kperluan yg biasa kami gunakan dirumah sakit itu.untuk persiapan membawa jenazahnya pulang kerumah.
Singkat kata pukul 8.00 kami tiba dirumah dengan dikendari mobil ambulan..puluhan jiran tetangga sudah berkerumun menantikan tiba kami membawa jenazah adikku.disitulah tersentakknya aku merasa kehilangan seorang adik.aku menangis tak terkirakan,badanku terasa lemah.
Kmudin pada waktu memandikan jenazajnya aku turut ikut memangkunya.kulihat wajahnya pucat tak bergerak.dan aku terus menangis sambil terpikir dengan hidupku.
Bagaimana jika aku yang berada diposisi adikku ini.adakah aku sempat bertobat..? Aku bertanya sendiri pada diriku dan hingga aku menangis tiada henti..
Dan yang paling membuatku lbh hancurnya lagi melihat ia dikafani hanya dibungkus dengan kain putih.tak ada apa pun ia bawa.sahabat yg senantiasa menemani pun tak mampu menemani.
Hmm..aku tak sanggup menuliskan kisah ini lagi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar